Halo teman-teman balik lagi sama Pembaca, hari ini saya ingin menceritakan teman teman pengalaman saya belajar indeks, untuk teman teman yang belum tahu, indeks adalah salah satu mata kuliah yang di pelajari di jurusan ilmu perpustakaan, di mata kuliah ini kami mempelajari bagaimana kami menyusun daftar kata atau istilah yang berurutan sesuai abjad, untuk membantu pembaca dalam memberikan informasi serta memberikan halaman tempat untuk kata atau istilah tersebut.
Indeks tidak khusus hanya untuk buku saja tetapi bisa dalam hal lain seperti misalnya dapat kita lihat di gambar yang ada di bawah:
Gambar yang diatas itu juga merupakan salah satu bentuk indeks. Kenapa hal yang diatas bisa disebut indeks? Hal tersebut dapat kita lihat dari gambar orang, serta dari BMI-nya, dari gambar orang dapat dilihat jelas bahwa dari gambar orang yang paling kiri ke yang paling kanan itu berlangsung secara progresif, dari yang Underweight ke Morbidly Obase, dari gambar ini saja dapat dikatakan indeks karena indeks harus secara berurutan bisa dari abjad, angka atau dari gambar orang yang seperti di atas, serta dari gambar yang diatas memudahkan pembaca untuk mengerti informasi yang dimaksudkan dari gambar yang ada di atas.
Selain diajarkan kenapa gambar diatas merupakan indeks, Pembaca juga belajar bagaimana cara menganalisis gambar yang tidak memiliki abjad dan artikel, dan hal yang dianalisis dalam artikel biasanya tentang apa artikel tersebut (Aboutness) dan subjek dari artikel tersebut. Misalnya ada artikel tentang Pemimpin PBB dari indonesia misalnya Adam Malik, dalam artikel tersebut dapat dibilang Aboutness nya bisa di isi Sejarah Kepemimpinan Adam Malik dalam PBB dan subjeknya politik luar negeri. Dan untuk gambar dapat dilihat yang ada dibawah :
untuk menganalisis gambar ini kita perlu menggunakan metoda analisa gambar, yaitu:
- Pre-iconographic level, yaitu level dimana kita menganalisa gambar paling dasar, misalnya jika di analisa gambar di atas dalam level ini maka hasil analisa nya: 'Terdapat bangunan, jembatan, pesawat, dan asap.'
- Iconographic level, pada level kita menganalisa gambar dengan secara seksama, misalnya jika di analisa gambar di atas dalam level ini maka hasil analisa nya: 'Terdapat bangunan yang sedang mengeluarkan asap dari lantai paling atas dan ada pesawat yang sedang mendekati gedung tersebut.'
- Iconological level, pada level ini kita memberikan deskripsi terhadap gambar yang di analisa, dan jika saya beri contoh pada gambar yang diatas maka hasil deskripsi dari analisa gambar adalah: 'Asap yang keluar dari menara kembar World Trade Center (WTC) merupakan hasil dari serangan teroris dengan cara menabrakkan pesawat yang sudah dibajak ke gedung tersebut.'
Jujur saja pas pertama kali diberikan tugas dari mata kuliah ini awalnya saya merasa bingung karena ini adalah pertama kalinya Pembaca dan teman sekelas Pembaca untuk membuat indeks, tetapi Pembaca merasa senang belajar indeks karena setiap pemberian tugas setiap kali ada pertemuan dosen Pembaca mereview tugas dan mendikusikannya kepada teman teman, sehingga walaupun ada teman teman dan termasuk Pembaca yang tidak mengerti pada saat pertama kali mengerjakan tugas, tetap merasa ada progress yang terasa setiap kali belajar indeks.
Sekian dari Pembaca, terimakasih kepada teman-teman yang menyempatkan diri untuk membaca pengalaman saya belajar sama bisa dibilang kesusahan yang dirasakan Pembaca.
Wah semakin nambah wawasan aku nihh tentang indeks, makasih ka ilmunya
BalasHapuspas banget lagi belajar ini di kampus. thanks materinya kak
BalasHapusWah, ternyata segampang itu belajar indeks, luar biasa
BalasHapusTerima kasih ka sharing pengalamannya jadi bisa tau langkah-langkah dalam pengindeksan seperti yang dijelaskan diartikel.
BalasHapus